Menyaksikan pertandingan Indonesia melawan Iran dari layar kaca, saya sangat terkejut menyaksikan tribun penonton yang kosong. Memang sudah diperkirakan penonton tidak akan seramai seperti ketika pertandingan sebelumnya melawan Qatar dan Bahrain, tapi tidak pernah terbayang sampai sesepi ini. Sepanjang ingatan saya, inilah pertandingan timnas yang paling tidak diminati oleh pecinta sepakbola Indonesia.Petinggi PSSI harusnya segera mawas diri, introspeksi menghadapi kenyataan ini. Jika PSSI tidak ingin ditinggalkan oleh penonton, maka harus segera memperbaiki diri. Prestasi diraih, kompetisi berjalan dengan baik, pembinaan pemain muda dilakukan. Jika itu dilaksanakan maka animo penonton akan datang dengan sendirinya.
Pendapat saya pribadi, sepinya penonton merupakan akumulasi kekecewaan penonton terhadap PSSI. Setelah pergantian pengurus PSSI dari Nurdin Halid ke Djohar Arifin, masyarakat sangat berharap di bawah pimpinan beliau PSSI akan menjadi lebih baik. Akan tetapi, beliau malah melakukan blunder terhadap timnas dengan mengganti pelatih dari Alfred Riedl ke Wim Rijsbergen yang menyebabkan penurunan permainan timnas. Blunder lainnya yaitu merubah sistem kompetisi dengan memaksakan masuknya 6 klub ke level utama kompetisi yang akhirnya menyebabkan perpecahan diantara klub-klub.
Saya sebagai pecinta sepakbola nasional, sangat miris terhadap situasi ini. Pemerintah dalam hal ini MENPORA yang diharapkan bisa memperbaiki keadaan ternyata lepas tangan. Dulu ketika Arifin Panigoro membuat liga tandingan LPI, dan PSSI di bawah pimpinan Nurdin Halid menganggapnya liar dan menghukum yang terlibat dalam liga tandingan tersebut, beliau sangat membela liga tandingan tersebut. Tapi kini, ketika beberapa klub ingin menyelenggarakan liganya sendiri karena PSSI telah melanggar aturan, MENPORA malah membela PSSI dan tidak akan mengizinkan pertandingan yang bukan liga resmi. Sungguh mendua,
Saya tidak tahu ada apa antara MENPORA dengan PSSI yang dulu, tapi yang jelas saya dan masyarakat pecinta bola nasional sudah lelah dengan ini semua. Pertandingan Indonesia melawan Iran kemarin adalah buktinya, masyarakat menghukum PSSI.

0 komentar:
Poskan Komentar