Buat pecinta Tim Nasional PSSI pasti memperhatikan gaya pelatih Wim Rijsbergen ketika mendampingi Timnas bertanding. Kalau saya baca dari komentar-komentar di detik, viva, atau kompas banyak sekali yang mengkritik gayanya yang hanya duduk di bangku cadangan dan sibuk mencatat, tak ada arahan sama sekali kepada pemain. Kalaupun ada arahan, itu dari asisten pelatih.Buat teman-teman pecinta Tim Nasional PSSI pasti ingin tahu kenapa gaya pelatih Wim seperti itu. Jawabannya adalah karena hal itulah yang benar. Ketika suatu pertandingan sudah berjalan, peran pelatih sudah hilang. Pemain lah yang berperan untuk menjalankan strategi pelatih. Ketika permainan tidak sesuai harapan pelatih atau kita yang menonton, tidak ada yang bisa dilakukan pelatih. Hal yang paling mungkin dilakukannya adalah dengan memasukkan pemain baru atau mengganti strategi permainan.
Jadi buat teman-teman pecinta Tim Nasional PSSI, jangan ragukan kualitas Wim Rijsbergen. Awalnya ketika saya melihat gaya Wim mendampingi Timnas, saya juga kecewa. Tapi setelah membaca artikel-artikel kepelatihan dalam sepakbola, saya baru tahu dan sadar memang seperti itulah seharusnya pelatih bersikap ketika mendampingi timnya bertanding. Mencatat kekurangan dan kelebihan tim untuk perbaikan ke depannya.
Tak ada gunanya berteriak di pinggir lapangan kepada pemain. Yang ada pemain menjadi terbebani dan mungkin malah bermain semakin buruk. Ketika pelatih berteriak di pinggir lapangan adalah untuk menyemangati pemain atau untuk mengganti strategi.

1 komentar:
Iya setuju, setiap pelatih punya gaya sendiri. maju terus timnas indonesia.
Poskan Komentar